Rabu, 14 Juli 2010

Teknik – teknik pelaksanaan audit forensic

A. Memeriksa fisik dan mengamati
Memeriksa fisik atau physical examination lazim diartikan sebagai perhitungan uang tunai, kertas berharga, persediaan barang, aktiva tetap an barang berwujud. Sedangkan mengamati sering diartikan sebagai pemanfaatan indera kita untuk mengetahui sesuatu.
B. Meminta informasi dan konfirmasi
Permintaan informasi harus dibarengi, diperkuat atau dikolaborasi dengan informasi dari sumber lain atau diperkuat (substantiated) dengan cara lain. Permintaan informasi sangat penting dan juga merupakan prosedur yang lazim dalam suatu investigasi. Sedangkan meminta konfirmasi adalah meminta pihak yang diinvestigasi untuk menegaskan kebenaran atau ketidak benaran suatu informasi. Dalam audit , teknik ini umumnya diterapkan untuk mendapat kepastian mengenai saldo hutang-piutang. Tetapi sebenarnya teknik ini dapat diterapkan untuk berbagi informasi, keuangan maupun non-keuangan. Dalam investigasi kita harus memperhatikan apakah pihak ketiga mempunyai kepentingan dalam investigasi. Dalam kasus tender pengadaan barang, permintaan konfirmasi dari supplier yang cenderung melindungi pejabat, perlu diperkuat misalnya dengan konfirmasi dari Direktorat Jendral Bea & Cukai, kalau barang tersebut diimpor.
C. Memeriksa dokumen
Tidak ada investigasi tanpa pemeriksaan dokumen. Hanya saja, dengan kemajuan teknologi, difinisi dokumen menjadi lebih luas, termasuk informasi yang diolah, disimpan dan dipindahkan secara elektronis atau digital.
D. Review analitikal
Adalah salah satu bentuk penalaran deduktif. Tekanannya adalah pada penalaran, proses berfikirnya. Penalaran yang membawa seorang auditor pada gambaran mengenai wajar, layak atau pantasnya suatu data individual disimpulkan dari gambaran yang diperoleh secara global, menyeluruh atau agregat. Beberapa teknik review analitikal, antara lain :
1. Bertriebs vergleigch dan Zeit vergleich
Dalam bertiebs vergleich kita membandingkan perusahaan (bertiebs) yang kita investigasi dengan saingannya yang seukuran. Terutama jika perusahaan itu cukup banyak, kita bias mempunyai rata-rata industri yang handal. Pada dasarnya teknik ini bertujuan untuk meng-analisis kompetisi atau persaingan. Dalam zeit vergleich kita membandingkan perusahan yang kita investigasi pada saat sekarang dengan hal yang sama dimasa yang lalu. Dalam teknik ini kita mencoba memahami bagaimana perusahaan yang kita investigasi ini berbeda dengan masa lalunya dan mengapa. Pada dasarnya teknik ini bertujuan untuk menerangkan kesinambungan laba dari suatu berusahaan.
2. Membandingkan anggaran dengan realisasi
Teknik ini dapat mengindikasikan adanya fraud. Yang perlu dipahami disini adalah mekanisme pelaksanaan anggaran, evaluasi atas pelaksanaan anggran dan insentif (keuangan maupun non-keuangan) yang terkandung dalam system anggrannya.
3. Hubungan antara satu data keuangan dengan data keuangan lain
Beberapa akun, baik dalam suatu maupun beberapa laporan keuangan, bias mempunyai keterkaitan yang dapat dimanfaatkan untuk review analitikal. Sebagai contoh : angka penjualan dengan piutang dan persediaan rata – rata, angka penjualan dengan bonus bagian penjualan, penghasilan bungan dengan saldo rata – rata tabungan dan lain sebagainya.
4. Menggunakan data non keuangan
Inti dari teknik ini adalah mengenal pola hubungan. Pola hubungan ini tidak mesti hanya antara satu data keuangan dengan data keuangan lain. Pola hubungan non keuanganpun bias bermacam – macam bentuknya.
5. Regresi atau analisa trend
Dengan data historikal yang memadai (makin banyak makin baik), review analitikal dapat mengungkap trend. Teknik ini juga dapat digunakan dengan bantuan beberapa rogram computer.
6. Menggunakan indikator ekonomi makro
Ada hubungan antara besarnya pajak penghasilan yang diperoleh dalam suatu tahun dengan indikator – indikator ekonomi seperti inflasi, tingkat pengangguran, cadangan deviasa, indikator ekonomi Negara partner, harga minyak mentah dan lain – lain. Teknik ini sebenarnya merupakan bidang studi yang ditekuni oleh para ahli ekonomi makro dan ekonometri.
E. Menghitung kembali
Menghitung kembali atau reperform tidak lain dari mengecek kebenaran perhitungan (kali, bagi, tambah, kurang dan lain-lain). Prosedur ini sangat lazim dalam audit. Dalam audit forensic, perhitungan yang dihadapi umumnya sangat kompleks, didasarkan atas kontrak atau perjanjian yang rumit, mungkin sudah terjadi perubahan dan re-organisasi berkali-kali dengan pejabat yang berbeda. Untuk melakukan proses ini biasanya disupervisi oleh investigator yang berpengalaman.

Referensi : Theodorus M Tuanakotta, Akuntansi Fofensik dan dan Audit Investigatif, FEUI 2007

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar